Model Debriefing oleh Fasilitator (Roger Greenaway)-outbound jogja

1. Merangkai pertanyaan untuk menghasilkan arah dan aliran percakapan belajar yang tepat

2. Menjaga agar semua peserta terlibat dalam debriefing pada kelompok.

“bisa menggunakan pola “1-2-semua”
1= memberi kesempatan peserta untuk berpikir sendiri, menulis, atau membuat pernyataan secara singkat

2= berbicara secara berpasangan

semua= diskusi kelompok menyeluruh

Pola tersebut dapat dibolak-balik seperti menjadi “semua-2-1” akan lebih baik ketika di akhir ada diskusi kelompok kembali, atau pola dibuat menjadi “1-2-semua-2-1” Hal ini berkaitan dengan pola interaksi bukan isi

3. Menangkap irama & perubahan peserta
Fasilitator harus bisa melihat suasana peserta dan menyesuaikan materi/kegiatan dengan irama peserta.

4. Mengajukan pertanyaan terfokus

Ibarat menggunakan “Corong” yang diberi filter dan berfokus pada tiap tahap (Priest & Gass, 1997, h.196)

6 filter tersebut adalah:

1. Mengulas
2. mengenang dan mengingat
3. mempengaruhi & memwujudkan
4. merangkum
5. menerapkan
6. berkomitmen

Saran Thiagi, untuk mengajukan pertanyaan dapat mengikuti pola dari pertanyaan terbuka menuju pertanyaan menyelidik dari masing-masing tahapannya.:
“Bagaimana perasaan anada?” “Apa yang terjadi?” “Bagaimana jika?” “Apa berikutnya?”
(Thiagarajan & Thiagarajan, 1999, h.37-47)

5. Terus menjalin hubungan dengan motivasi peserta

Seperti pada riak air, keinginan belajar haruslah menjadi pusat dari riak tersebut dan riak kedua adalah kebutuhan untuk belajar.riak berikutnya adalah tindakan, pemaknaan, umpan balik, pelatihan, pemahaman. Kita harus selalu meinjau riak utama (pertama) yaitu keinginan untuk belajar. Ketika tidak ada riak awal/utama maka riak yang lain akan menghilang.

Jika mengikuti siklus dengan terlalu kaku, proses pembelajaran menjadi terpecah-pecah disamping kehilangan kontak dengan hati

6. Mengakui pentingnya apa yang dialami peserta selama debrief

Kualitas pengalaman selama pembekalan/training juga berdampak signifikan terhadap motivasi peserta.
Hal ini juga bisa berdampak signifikan terhadap pembelajaran dan perkembangan mereka:
Pengalaman yang di debriefkan dan pengalaman dari debrief itu sendiri adalah sumber bagi pembelajaran dan perkembangan.

7. Membantu menjaga proses pembelajaran tetap bergerak.

Fasilitator harus meperhatikan faktor apa yang akan berhenti berputar (seperti kita sedang memutar banyak piring, piring mana dulu yang akan berhenti berputar harus segera kita putar kembali) Piring yang sangat mungkin jatuh berkutnya adalah keinginan untuk belajar, tetapi bisa piring yang lain, dan ini terus berubah.

8. Bekerjasama dengan seluruh orang di sepanjang debriefing

9. Mencegah pendekatan rutin terhadap fenomena yang dinamis

(UNISON – Sumber: Roger Greenaway)

Outbound jogja – Team building jogja – Outbound di Jogja

Fasilitator-outbound jogja-team building jogja

outbound jogja

Fasilitator adalah orang yang mendampingi peserta dalam melakukan simulasi outdoor training. Fasilitator berkembang dari guru konvensional, (yang cenderung memberikan pengetahuan/ ketrampilan secara searah) berfungsi untuk membantu peserta untuk menemukan pengalamannya sendiri.

Secara khusus, tugas fasilitator adalah:

  1. Mendampingi dan membantu peserta untuk menemukan sendiri pengalamannya.
  2. Membantu peserta merefleksikan, mengkonseptualisasi dan menerapkan ide – ide baru yang diperoleh melalui simulasi.
  3. Mengakomodasi perbedaan dan keunikan tiap individu.
  4. Mendorong keterlibatan aktif peserta.
  5. Menjalin relasi interpersonal dengan peserta
  6. Mendorong terciptanya suasana outdoor training yang penuh emosi dan perasaan.
  7. Mendorong kesadaran peserta untuk berubah.

(UNISON – Dari berbagai sumber)

Outbound jogja – Team building jogja – Outbound di Jogja

Tanggung Jawab Fasilitator – Outbound Jogja – Outbond Jogja

Tanggung Jawab Fasilitator – Outbound Jogja – Outbond Jogja

Unison Team Building Training And Outdoor Activity

Outbound Jogja- Team Building Jogja-Unison Team Building Training and Outdoor Activity

Tanggung Jawab yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Fasilitator

Fasilitator sebagai ujung tombak di dalam outdoor training memiliki peran yang vital di dalam keberhasilan outdoor training. Oleh sebab itu, seorang fasilitator yang memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Memilih metode training yang tepat setelah menentukan tujuan dari training. Metode tersebut harus sesuai dengan kebutuhan partisipan/ peserta bukan kebutuhan fasilitatornya.
  2. Fasilitator harus bisa membuat atau menyediakan atmosphere pelatihan yang mendukung partisipan/ peserta untuk dapat menikmati aktifitasnya, karena orang akan lebih cepat dan lebih baik belajar jika menikmatinya.
  3. Jika fasilitator memilih untuk menggunakan pelatihan yang terstruktur, penting untuk mencoba pelatihan tersebut setidaknya sekali dengan sebuah kelompok.
  4. Pelatihan terstruktur ini harus dievaluasi untuk melihat keefektifannya, jika tidak menghasilkan apa yang diperlukan, pelatihan ini dapat dimodifikasi.
  5. Fasilitator harus memastikan bahwa partisipan tidak hanya berkutat dengan aktifitas permainan saja, tetepi tetap mendapatkan learning pointnya.
  6. Fasilitator mempunyai tanggung jawab untuk memastikan kejelasan dan ketelitian dari informasi.
  7. Fasilitator juga bertanggung jawab untuk mengarahkan kelompok dan menjaga kelompok agar tetap bergerak dan maju.
  8. Tanggung jawab lainnya, seorang fasilitator harus selalu mengasyikan, hal inilah kegunaan dari sisi entertainment seorang fasilitator.
  9. Jika fasilitator berada di dalam situasi dimana tipe dari feed back dibutuhkan (seperti consultant), maka bermacam-macam bentuk metode training dibutuhkan, seperti games, simulasi, role-play dan pelatihan terstruktur.
  10. Fasilitator bertanggung jawab untuk mengendalikan dan menguji semua latihan-latihan baru atau latihan yang belum pernah digunakan.

 

(UNISON – Sumber: Kroehnert, Gary. 100 Training Games. 1991. McGraw-Hill Book Company Australia, Sydney.)

Outbound jogja – Team building jogja – Outbound di Jogja